Cari Blog Ini

Sabtu, 23 November 2013


Tips Makanan dan Olahraga yang Sehat dan Baik

keluarga sehat 

Makanan dan Pola Hidup Sehat adalah dambaan setiap orang, dimana orang berlomba lomba mengejar karir dan usaha, sementara orang yang cermat akan mensiasatinya dengan meluangkan waktu untuk berolahraga, namun awas jangan salah langkah, gunakan tips berikut agar pola makan sehat dan olahraga yang sehat dan baik anda berjalan sesuai prosedur dan di anjurkan para ahli, berikut tipsnya

1. Mulailah hari Anda dengan sarapan
Jangan pernah lupa mengawali hari dengan sarapan. Dengan perut terisi, Anda akan lebih semangat menghadapi hari dan beraktivitas. Selain itu, hasil pekerjaan Anda akan jauh lebih baik. Tidak harus makan berat, Anda bisa memilih paduan buah dengan susu rendah lemak, roti gandum dengan selai kacang atau yogurt dengan buah.
2. Bergeraklah
Sangat mudah untuk menyesuaikan waktu berolahraga dengan rutinitas harian Anda. Daripada naik mobil, berjalan atau bersepada akan lebih baik saat Anda ingin mengunjungi teman. Sediakan waktu 10 menit setiap jam untuk menggerakkan tubuh saat Anda membaca, mengerjakan tugas atau menonton TV. Tinggalkan eskalator atau lift dan pilihlah tangga. Cobalah melakukan hal-hal kecil ini selama 30 menit sehari.
3. Snack cerdas
Snack merupakan salah satu cara terbaik untuk mengisi energi kembali. Pilihlah snack dari berbagai kelompok makanan yang berbeda-beda. Segelas susu rendah lemak dengan biskuit, apel atau seledri dengan selai kacang atau sereal. Jika Anda bisa makan dengan cerdas, tentunya dengan menyesuaikan takaran, Anda juga bisa mengkonsumsi kue, kripik atau permen.
4. Tingkatkan olahraga
Olahraga yang lebih intens bagus bagi kesehatan. Berkeringat dan bernapas kuat akan membantu jantung untuk memompa darah dengan lebih baik. Selain itu, bisa juga membuat Anda lebih berenergi dan terlihat lebih baik. Mulailah dengan pemanasan untuk meregangkan otot-otot. Tambahkan 20 menit aktivitas aerobik seperti lari, jogging, atau menari. Selanjutnya ikuti dengan aktivitas yang membuat Anda lebih kuat seperti push-up atau angkat beban. Setelah itu, jangan lupa melakukan pendinginan dengan melakukan peregangan dan menarik napas dalam-dalam.
5. Seimbangkan makanan Anda
Anda tidak harus berhenti makan hamburger, kentang goreng dan es krim agar bisa sehat. Anda hanya perlu cermat dalam menentukan frekuensi dan jumlah yang Anda makan. Tubuh memerlukan nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak, serta vitamin dan mineral lainnya (vitamin C, A, besi, kalsium) dari berbagai jenis makanan.
6. Olahraga dengan keluarga atau teman
Berolahraga dengan teman atau keluarga akan jauh lebih menyenangkan daripada sendirian. Ajaklah teman atau keluarga untuk bergabung dalam acara tertentu, misalnya bersepeda atau mendaki.
7. Perbanyak konsumsi biji-bijian, buah dam sayuran
Jenis makanan ini kaya akan karbohidrat sebagai sumber energi, vitamin, mineral dan serat. Selain itu, rasanya juga enak. Anda bisa memilih buah yang Anda suka dan cobalah untuk menambahkan sayuran mentah dalam sandwich atau salad Anda.
8. Makanan bukan masalah bagus atau buruk
Pola makan yang sehat sama seperti teka-teki silang. Setiap makanan berbeda. Beberapa makanan mungkin mempunyai kandungan lemak, gula, atau garam yang lebih banyak sedangkan makanan lain mungkin mengandung lebih banyak vitamin atau serat.
Semua makanan ini punya fungsi tersendiri bagi tubuh. Apa yang menentukan makanan baik atau buruk adalah cara Anda mengkombinasikannya. Karena itu, sangat penting untuk menyeimbangkan pilihan makanan Anda. Jika Anda mengkonsumsi makanan tinggi lemak di pagi hari, ada baiknya makan yang berlemak rendah di malam hari. Jangan lupa takaran sedang. Jika 1 potong makanan sudah membuat Anda kenyang, lupakan potongan berikutnya.
9. Nikmati pola makan dan olahraga Anda
Ambil manfaat positif dari setiap aktivitas fisik yang Anda lakukan dengan teman dan makanlah makanan yang Anda sukai. Puaskan selera petualangan Anda. Cobalah jenis olahraga, game serta makanan yang baru. Jika Anda bertambah kuat, mainkan lebih lama. Anda akan terlihat dan merasa lebih baik. Jangan lupa menetapkan target yang realistis, jangan melakukan perubahan terlalu banyak pada saat bersamaan. Lakukan satu per satu.

Pola Makan Sehat

Banyaknya pilihan jenis masakan menjadikan Anda sukar memilih mana jenis pangan yang sehat untuk di makan dan yang buruk, untuk memudahkan Anda memilih makanan sehat silahkan baca tips berikut:
1. Makanlah berbagai makanan dengan kandungan gizi seimbang. Seseorang memerlukan lebih dari 40 nutrisi berbeda untuk kesehatan yang baik. Konsumsi sehari-hari harus mencangkup roti atau lainnya yang berasal dari gandum, buah-buahan, sayuran, susu, daging , dan makanan berprotein lainnya. Berbagai jenis bahan pangan yang harus dimakan adalah tergantung berapa kebutuhan kalori setiap orang.
2. Makan banyak biji-bijian, buah-buahan dan sayuran. Survei membuktikan bahwa terlalu banyak orang tidak suka makan jenis ini. Solusinya adalah mencari bahan pangan lain yang mengandung biji, buah dan sayur di buku resep, dengan itu mungkin bisa menjadi suka .
3. Menjaga berat badan yang ideal. Berat badan yang tepat untuk Anda yaitu tergantung pada faktor  jenis kelamin, tinggi badan, usia dan keturunan. Kelebihan lemak dapat menimbulkan penyakit misalnya  tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, diabetes,  kanker dan penyakit lainnya. Tapi jika anda mempunyai lemak berlebih itu juga dapat menghambat penyakit osteoporosis. Jadi , berolahraga yang teratur untuk mendapat berat badan ideal
4. Makan dengan porsi sedang. Apakah Anda tahu porsi daging untuk dimasak adalah 3 ons. Jika menyukai makanan daging, konsumsi daging 3 ons perhari
5. Mengurangi makanan tertentu. Kebanyakan orang makan untuk kesenangan dan untuk memenuhi nutrisi. Jika menu favorit termasuk tinggi lemak, garam atau gula, solusinya adalah mengurangi berapa bagian dari makanan tersebut dan jangan terlalu sering memakannya.
Pola Makan Sehat
6.  Jika menyukai ayam goreng , solusinya adalah dengan cara mengurangi memakan ayam goreng.
7.  Lakukan perubahan secara bertahap. Anda tidak akan bisa mengubah kebiasaan makan dalam sehari, maka lakukanlah secara bertahap. Mulailah untuk memperbaiki kekurangan dengan perubahan sederhana yang dapat anda lakukan. Misalnya, jika tidak suka susu, cobalah sedikit demi sedikit, pasti semakin lama Anda akan terbiasa.
8. Perbanyak Mengkonsumsi Aneka Sayuran, variasikan agar tidak bosan . Anda dapat membuat variasi makanan dari sayur-sayuran berbagai warna, itu akan membuat makanan terlihat lebih cantik dan membuat selera makan anda bertambah , bisa membuat soup dengan sayuran ini dalam satu porsi , ini akan menghambat penyakit kronis
9. Menambah porsi makanan daun – daunan, sayur adalah makanan terbaik untuk menuju hidup sehat. Banyak dokter menyarankan untuk banyak mengkonsumsi daun-daunan untuk menu utama
10. Makanlah sumber Protein hewani, ketika Anda ingin makan daging, ayam, ataupun seafood. Pilihlah produk yang berasal dari lingkungan sehat. Atau bisa dibilang anda harus makan yang berasal dari lingkunan sehat
11.  Lihat bahan pangan yang akan dimakan, ketika hendak membeli makan, alangkah baiknya jika anda mencermati dulu bahan dan komposisi makanan itu terutama bahan pokoknya. Jika mungkin Anda melihat terlalu  banyak  gula di makanan tersebut. Sebaiknya Anda batalkan membeli makanan tersebut, carilah makanan lain yang berbahan sedang saja
12. Perbanyak makan buat, jika saat mengisi waktu luang Anda lebih sering ngemil makanan ringan, sebaiknya Anda ganti makanan ringan tersebut dengan buah – buahan yang menyehatkan
Ingat , Pilih makanan berdasarkan nutrisi dan gizi yang anda perlukan, bukanlah dari jenis masakan yang Anda suka.  Jika menyukai makanan seperti pie apel, keripik kentang, permen atau es krim. Solusinya adalah, bisa memodifikasi makan tersebut menjadi kaya gizi, memilih makanan yang lain untuk memberi keseimbangan dan variasi yang bagi kesehatan yang baik.
Sumber Gambar : http://www.noormuslima.com/wp-content/uploads/2013/03/11/makanan-sehat.jpg

 

Kenaikan Berat Badan Bisa Dikontrol dengan Pola Makan yang Baik

DATA Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2010 menunjukkan, sekitar 43 juta anak balita mengalami kelebihan berat badan. Hampir 35 juta anak tersebut tinggal di negara berkembang. Sementara dikutip dari situs Kompas.com, hingga 2012, jumlah anak di Indonesia yang mengalami obesitas mencapai 12 persen.
Fakta tersebut sempat membuat khawatir Anisa Masitha. Apalagi, putra semata wayangnya, Ibrahim Manunggal, memiliki riwayat gemuk. Ketika lahir, berat badan Ibra, sapaan anaknya, mencapai 3,8 kilogram. "Sekarang usianya dua tahun, beratnya 14 kilo," ujar dia.
Anisa mengatakan, dalam sehari, Ibra bisa makan lebih dari tiga kali. Belum lagi, camilan dan susu formula yang dikonsumsi. "Saya tidak tega kalau dia menangis lalu minta dibuatkan susu atau ngemil, padahal dia sudah cukup gemuk," beber dia.
Ibu satu anak itu sadar, kondisi gemuk bisa membahayakan kesehatan. Apalagi, gerak Ibra saat ini juga kurang aktif. Saat ini, Anisa berusaha mengatur pola makan si kecil agar berat badannya normal dan stabil. "Sedikit-sedikit akan saya batasi camilannya. Lalu, saya ajak anak bermain di lapangan sebelah rumah," terang Anisa.
Menurut Kepala Bagian Gizi RS Telogorejo Semarang Anastasia Aprilia, obesitas merupakan keadaan seseorang memiliki indeks massa tubuh melebihi ambang batas. Ada tiga penyebab anak mengalami obesitas, yaitu, makanan, aktivitas, dan genetik. Namun, pengaruh genetik cenderung kecil.
"Kalau ditunjang pola makan yang baik, kenaikan berat badan bisa dikontrol," jelas wanita yang akrab disapa April itu.
Faktor makanan lebih memengaruhi kenaikan berat badan. Makanan jenis junk food atau fast food merupakan contoh makanan yang dapat meningkatkan risiko obesitas. Orangtua harus pandai memilih restoran junk food yang menyediakan sayuran dan buah. Dia menyarankan untuk memilih tempat yang menyediakan salad dan jus buah sebagai penyeimbang.
"Makanan instan bisa diberikan kalau memang ibu tidak sempat membuat makanan sendiri. Dan harus dipilih yang berkualitas. Tetapi, kalau bisa, lebih baik makanan organik," terang wanita berkacamata itu.
Fenomena pemberian makanan instan atau susu formula bagi anak juga bisa menyebabkan obesitas. Susu formula mengandung gula dan karbohidrat lebih tinggi. Kelebihan karbohidrat ini lah yang dapat membuat anak menjadi gemuk. Aktivitas juga ikut berkontribusi terhadap kenaikan berat badan.
Asupan makanan yang masuk harus seimbang dengan energi yang ke luar. Tanpa aktivitas, kalori yang berlebihan akan ditimbun tubuh. "Apalagi, anak zaman sekarang lebih suka diam di rumah dan main gadget," imbuh April.
Dampak obesitas pada kesehatan anak sudah lama diketahui. Penimbunan lemak bisa mempercepat pembentukan plak pada organ dan terkena penyakit degeneratif. "Penyakit jantung merupakan penyakit yang satu penyebabnya akibat obesitas," ujar April. (abay)